GALUR (MTs DU) — Mengurus jenazah kerap dianggap sebagai tugas yang berat dan penuh ketakutan bagi sebagian orang. Namun, di tangan dewan guru dan karyawan MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur, momen tersebut justru menjadi sarana memperdalam pemahaman ibadah sekaligus mengasah kepekaan kemanusiaan melalui Workshop Pemulasaran Jenazah yang digelar pada Jumat, 25 Juli 2026.
Berlokasi di Aula Madrasah, suasana pelatihan berlangsung khusyuk namun tetap interaktif. Kegiatan ini menghadirkan praktisi keagamaan, Ustazah Isnaini Mar’ah Azizah, S.Fil.I., yang memandu langsung para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menguasai tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam.
Dalam sesi pemaparannya, Ustazah Isnaini menegaskan bahwa memulasara jenazah bukan sekadar pemenuhan kewajiban fardu kifayah, melainkan bentuk penghormatan terakhir yang penuh adab, kelembutan, dan kasih sayang kepada sesama muslim.
"Sebagai pendidik, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi akademis di ruang kelas, tetapi juga harus hadir sebagai contoh nyata dalam pengamalan ibadah praktis. Melalui workshop ini, kita ingin memastikan para guru memiliki kesiapan mental dan pemahaman fikih yang tepat,"ungkap Ustazah Isnaini di hadapan para peserta.
Antusiasme peserta kian terasa saat pelatihan memasuki sesi praktik simulasi. Pelatihan ini sendiri dikemas secara komprehensif melalui dua tahapan utama:
Penguatan Fikih & Teori: Membedah tuntas tata cara mendampingi kiai/jamaah saat sakaratul maut, kesiapan mental petugas, hingga perhitungan matematis serta teknik memotong kain kafan yang presisi.
Simulasi Interaktif: Para guru dan karyawan diajak mempraktikkan langsung seluruh rangkaian, mulai dari teknik memandikan dengan lembut, mengkafani menggunakan alat peraga, menyalatkan, hingga tata cara pemakaman yang benar.
Sesi diskusi pun mengalir hangat ketika para peserta aktif berkonsultasi mengenai kendala-kendala teknis yang kerap dijumpai di masyarakat, seperti penanganan kondisi darurat tertentu pada jenazah.
Kepala MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur, Harni Riswanti, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap pembekalan ini semakin mengukuhkan peran guru dan karyawan sebagai teladan dakwah, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.